vlookup

Waktu baru mulai kerja, ndilalah ternyata aku kecemplung di kerjaan yang excel-heavy, padahal hingga mulai kerja itu seumur hidup mungkin pakai excel cuma sekali [atau dua kali]: buat entri data kuantitatif sebelum dipindah [read: copy-paste] ke software statistik. Ganti view dari sheet view ke page layout view aja nggak tau caranya.

*petuah untuk anak muda: kuasai excel sebelum masuk ke dunia kerja kantoran, karena kecuali kalian di bagian kreatif, kerja kantoran itu ya isinya mostly buat surat, ngulik excel, dan rapat sana-sini*

Setelah setahunan kerja sambil ngintipin cara kerja temen sebelah, alhamdulillah nemu satu formula yang in the end jadi andalan hingga bertahun-tahun setelahnya. Ini juga maksa-maksa minta diajarin sama teman sih.

It is VLOOKUP.

Sebetulnya sih mungkin ada formula yang lebih simpel, tapi so far merasa convenient aja pakai itu hehehe.

Continue reading “vlookup”

Advertisements

tentang melangkah

butuh keberanian yang besar untuk bersabar menjalani proses,
sedangkan hanya butuh nyali kecil untuk mengambil keputusan (secara instan)

— quoted from someone i even don’t know, somewhere on the net

dongeng si kancil

Suatu hari, ketika mengobrol dengan Kong, kami jadi membicarakan masa kecil. Katanya, waktu kecil, ia sering didongengi cerita si Kancil oleh bundanya; beda dengan aku yang kayaknya lebih banyak disodori buku dan disuruh baca sendiri. Aku sendiri sepertinya jarang bersentuhan dengan cerita si Kancil, meskipun ia menjadi tokoh dongeng terkenal se-Indonesia [atau jangan-jangan seranah Melayu]. Paling, aku berkenalan dengan si Kancil lewat lagu ini:

si kancil anak nakal
suka mencuri ketimun
ayo lekas dikurung
jangan diberi ampun

Cerita Si Kancil berlatar lingkungan pertanian, dengan Pak Tani dan berbagai binatang sebagai tokoh-tokoh penting lainnya. Si Kancil dalam cerita kira-kira adalah rusa versi mini, mungkin kira-kira sebesar anjing [ketika kelas 4 SD, aku baru tahu dari buku terbitan Singapore Zoo kalau kancil/pelanduk sebenarnya jauh lebih mini lagi, kira-kira hanya sebesar kelinci]. Ia digambarkan memiliki sifat-sifat anak-anak: lincah, nakal, iseng, cerdik tapi tidak culas, periang, dan kadang besar kepala. Lagu yang tadi kutulis berasal dari kisah tentang Si Kancil terdampar di ladang Pak Tani lalu karena lapar dan haus memakani ketimun-ketimun yang ditanam di sana secara agak rakus. Kong sempat berkata, waktu diceritai kisah Si Kancil, ia sempat bingung sebenarnya yang jadi tokoh pahlawan itu Si Kancil atau Pak Tani? Si Kancil yang mencuri tampak menyenangkan, Pak Tani yang melindungi hasil jerih-payahnya malah tampak galak.

Atau jangan-jangan bangsa ini jadi banyak korupsinya gara-gara kekacauan folklor [yang mengelu-elukan pencuri]? Jadi bingung, sebenarnya bagaimana sih cerita Si Kancil harus dibaca?

program televisi terbaik dan paling nggak mutu: versi SET

Barusan baca artikel di Kompas.com, Yayasan SET bekerja sama dengan IJTI, Yayasan Tifa, dan Jaringan Masyarakat Pemerhati Televisi baru saja menggelar seminar hasil penelitian tentang rating publik program televisi. Menggunakan metode peer review assessment, riset dilakukan dengan menjaring penilaian 220 orang kalangan terpelajar terhadap kualitas program-program televisi secara umum dan kualitas program-program televisi berating tinggi secara khusus. Inilah hasil riset gelombang ketiga:

Program televisi paling bermutu:

  1. Kick Andy (Metro TV), persentase pemilih 22,3 persen (rating/share/indeks berturut-turut 0,7/3,3/108)
  2. Seputar Indonesia (RCTI), 3,6 persen (2,7/13,7/106)
  3. Liputan 6 Petang (SCTV), 3,2 persen (3,4/15,1/101)
  4. Jejak Petualang (Trans 7) 3,2 persen (1,8/12,8/104)
  5. Jalan Sesama (Trans 7) 2,7 persen, tanpa data rating/share/indeks

Sedangkan program televisi paling tidak bermutu adalah:

  1. Muslimah (Indosiar)
  2. Suami-suami Takut Istri (Trans TV)
  3. FTV Drama (Indosiar)
  4. Bukan 4 Mata (Trans 7)
  5. Dangdut Mania Dadakan 4 (TPI)
  6. Cinta Fitri 3 (SCTV)

Selanjutnya, penghargaan diberikan kepada tiga besar program terbaik.

Oya, beritanya ada di sini:
Tiga Program Televisi Terbaik
Inilah Lima Program Televisi Terbaik
Inilah 6 Program Televisi Paling Enggak Mutu

depot migas kok dekat permukiman

Semalam ada kebakaran besar di salah satu tangki penampungan Depo BBM Plumpang. Lidah api sempat dilaporkan mencapai ketinggian 100 meter [wah, setinggi gedung itu kan?] Posisi tangki yang terbakar berdekatan dengan permukiman warga dan jalan layang tol dalam kota, membuat banyak orang menjadi ketar-ketir khawatir kebakaran meluas; selain khawatir pasokan BBM Jabotabek mungkin akan terganggu.

Depo BBM Plumpang bukan satu-satunya depot migas yang berdekatan dengan permukiman. Sekitar 300 meter dari rumahku juga ada depot pengisian Elpiji milik Pertamina. Kalau Depo Plumpang masih di tepi jalan raya, depo Elpiji ini lebih parah; benar-benar berada di tengah permukiman, dengan akses jalan dua arah di depannya. Jalan tersebut hanya bisa memuat dua mobil besar plus motor, dan selalu rusak. Mungkin selain memang karena pengerasan jalan dan pembuatan saluran air/drainase tidak dikerjakan dengan baik oleh Pemkot Bekasi, jalan juga rusak karena kelebihan beban. Dengan lokasi depot pengisian Elpiji tersebut, truk Elpiji setiap hari berlalu-lalang di sana.

Melalui kejadian semalam, jelaslah bahwa lokasi depot migas yang berdekatan dengan permukiman sangat berbahaya. Heran, ketidakberfungsian Amdal bisa sampai separah itu.

puisi Benigno Aquino kepada Cory

Beromantis ria dulu ah.

Kali ini aku ingin menuliskan kembali lirik sebuah lagu dari Jose Mari Chan [kalau tahu penyanyi-penyanyi zaman lawas, pasti juga tahu penyanyi asal Filipina ini]. Judulnya, “I Have Fallen in Love (with the Same Woman Three Times)”. Lagu ini ada dalam album Constant Change (1989), dan menjadi lagu favoritku dalam album tersebut – melebihi lagu “Beautiful Girl” yang terkenal itu.

Di dalam album ditulis, lagu ini berasal dari puisi yang ditulis Benigno “Ninoy” Aquino Jr., tokoh penting dalam sejarah politik Filipina, saat dipenjarakan oleh rezim Ferdinand Marcos. Isinya tentang perempuan, spesifiknya: didedikasikan untuk Corazon “Cory”, istri Ninoy. Ninoy kemudian terbunuh di bandara Manila; peristiwa ini meledakkan gerakan People’s Power yang lalu menggulingkan rezim Marcos dan menggantikannya dengan Cory Aquino. Jose Mari Chan sendiri merilis lagu ini pada masa pemerintahan Cory Aquino.

Maaf kalau pemenggalan baris, bait, dan tanda bacanya agak kacau.

I Have Fallen in Love (with the Same Woman Three Times)

I have fallen in love
with the same woman three times
In a day spanning nineteen years
of tearful joys and joyful tears

I loved her first when she was young
Enchanting and vibrant, eternally new
She was brilliant, fragrant and cool
as the morning dew

I fell in love with her the second time
when first she bore her child and mine
She’s always by my side, the source of my strength
Helping to turn the tide

But there were candles to burn
The world was my concern
while our home was her domain,
And the people were mine
while the children were hers to maintain
So it was in those eighteen years and a day,
’till I was detained, forced in prison to stay
Suddenly she’s our sole support
source of comfort, our wellspring of hope
On her shoulders fell the burden of life

I fell in love again with the same woman the third time
Looming from the battle, her courage will never fade
Amidst the hardships she has remained undaunted and unafraid
She is calm and composed, she is God’s lovely maid.

tentang nama keluarga

Penyusunan daftar nama dalam referensi harus dilakukan secara berhati-hati. Sebab, tidak seperti yang jamak ada dalam pikiran banyak orang, nama keluarga [surname] tidak selalu diletakkan setelah nama kecil. Ada banyak formulasi yang muncul, semuanya tergantung etnisitas/kebangsaan si penyandang nama. Walaupun demikian, dalam literatur internasional, biasanya susunan yang dipakai mengikuti kaidah Barat [Anglo-Saxon]: nama keluarga setelah nama kecil. Ini adalah beberapa contoh yang kudapatkan tentang format asli nama-nama yang berasal dari berbagai bangsa.

Nama Asia Timur [Cina, Jepang, Korea, Vietnam]
Nama keluarga dalam susunan aslinya diletakkan di awal. Nama kecil [dan juga nama keluarga yang lebih dari satu silabel] di Cina daratan disambung, di Taiwan biasanya menggunakan tanda hubung, sisanya tak tentu. Contohnya:

  • Hong Ying-dan, marga Hong. Oya, ini nama Mandarinku.
  • Ojong Peng Koan, marga Ojong [Hokkian, Ouyang dalam bahasa Mandarin]. Ini nama lengkap pendiri koran Kompas P.K. Ojong.
  • Yap Thiam Hien, marga Yap [kalau tidak salah, Ye dalam Mandarin].
  • Soe Hok Gie, marga Soe [Hokkian, juga Su dalam Mandarin].
  • Kwik Kian Gie, marga Kwik [Hokkian, Guo dalam Mandarin].
  • Goh Chok Tong, marga Goh [Wu dalam bahasa Mandarin].
  • Hu Jintao, marga Hu.
  • Fukuyama Yoshihiro, keluarga Fukuyama. Ini nama asli Francis Fukuyama.
  • Utada Hikaru, keluarga Utada.
  • Ban Ki-moon, marga Ban [Pan dalam bahasa Mandarin].
  • Hwang Ji Eun, kenalan, marga Hwang [Huang dalam bahasa Mandarin].
  • Pham Tuyet Hanh, teman, marga Pham [Fan dalam bahasa Mandarin]. Karena lahir dan besar di Belanda, dalam dokumen-dokumen menjadi Tuyet Hanh Pham.

Nama keluarga Cina, Korea, dan Vietnam yang umum bisa dicari di Wikipedia. Orang Asia Timur juga sering mengadopsi nama alias dalam bahasa selain Asia Timur. Yang repot, kalau menjadi seperti ini:

  • Stella Ting-Toomey; karena nama Mandarinnya [dalam Hanyu Pinyin] adalah Ding Tu Mi, dan kemudian juga mengadopsi nama Barat Stella. Umumnya orang memakai Stella Ting atau Toomey Ting. Apa sebaiknya ditulis sebagai “Ting-Toomey, Stella”?
  • Young Yun Kim. Ini membingungkan apakah telah mengikuti kaidah Anglo-Saxon atau belum. Nama keluarganya Young atau Kim? Setelah dicari-cari, ditemukan bahwa yang benar adalah Kim [dan memang marga Kim lebih umum ditemukan].

Nama Eropa Timur

Saya masih kurang jelas tentang ketentuan peletakan nama keluarga; sepertinya tidak ketat, biasanya di akhir untuk dokumen dan di awal bila memerlukan pengurutan nama. Ciri khas nama keluarga di bekas Soviet Raya seringkali mengandung akhiran -ov, -ev, -in, -skiy/-sky, -iy [untuk laki-laki]; -ova, -ovna, -eva, -ina, -skaya, -ya [untuk perempuan]; -enko, -ko, -uk, -ych [Ukraina]. Nama Rusia juga menggunakan nama patronimik di samping nama keluarga, yang bila digunakan selalu diletakkan setelah nama kecil.

  • Kornusov Erendzhen, Rusia, laki-laki, panggilannya Erik [dari Erendzhen].
  • Kurnikov German Germanovich, Rusia, laki-laki, nama keluarganya Kurnikov.
  • Natalia Haneyeva, Belarus, perempuan, nama keluarganya Haneyeva.
  • Oxana Skalnaya, Rusia, perempuan.
  • Oxana Kozhuhar, Rusia, perempuan.
  • Vladimir Lenin.
  • Babarikova Lenka, Slovakia, perempuan, nama kecilnya Lenka.
  • Mangu Zsuzsanna, Hungaria, perempuan, biasa dipanggil Zsuzsi.

Nama Spanyol [dan bekas koloni Spanyol]
Nama keluarga terdiri atas nama keluarga bapak dan nama keluarga ibu sekaligus. Untuk literatur ilmiah internasional, biasanya diberi tanda hubung atau bisa juga nama keluarga ibu dibuang.

  • Gabriel José de la Concordia García Márquez, novelis Kolombia. Bapaknya Gabriel García [blablabla] dan ibunya Luisa Márquez [blablabla]. Dalam referensi, seharusnya minimal menjadi “García Márquez, Gabriel” atau “García, Gabriel”.
  • Luz María Martínez Rojas, Meksiko, teman. Biasanya menulis nama diri sebagai “Luz María Martínez” saja. Rojas berasal dari nama keluarga ibu.
  • Yuichi Murakami-Coronado, kenalan. Bapaknya Jepang, ibunya Meksiko, kalau tak salah lahir di Meksiko.
  • Manuel Ortigoz y Guerra [ada nggak sih?] Partikel “y”, “e”, atau “i” berarti “dan”, menandakan penghubungan nama keluarga bapak dan ibu.