dongeng si kancil

6 08 2009

Suatu hari, ketika mengobrol dengan Kong, kami jadi membicarakan masa kecil. Katanya, waktu kecil, ia sering didongengi cerita si Kancil oleh bundanya; beda dengan aku yang kayaknya lebih banyak disodori buku dan disuruh baca sendiri. Aku sendiri sepertinya jarang bersentuhan dengan cerita si Kancil, meskipun ia menjadi tokoh dongeng terkenal se-Indonesia [atau jangan-jangan seranah Melayu]. Paling, aku berkenalan dengan si Kancil lewat lagu ini:

si kancil anak nakal
suka mencuri ketimun
ayo lekas dikurung
jangan diberi ampun

Cerita Si Kancil berlatar lingkungan pertanian, dengan Pak Tani dan berbagai binatang sebagai tokoh-tokoh penting lainnya. Si Kancil dalam cerita kira-kira adalah rusa versi mini, mungkin kira-kira sebesar anjing [ketika kelas 4 SD, aku baru tahu dari buku terbitan Singapore Zoo kalau kancil/pelanduk sebenarnya jauh lebih mini lagi, kira-kira hanya sebesar kelinci]. Ia digambarkan memiliki sifat-sifat anak-anak: lincah, nakal, iseng, cerdik tapi tidak culas, periang, dan kadang besar kepala. Lagu yang tadi kutulis berasal dari kisah tentang Si Kancil terdampar di ladang Pak Tani lalu karena lapar dan haus memakani ketimun-ketimun yang ditanam di sana secara agak rakus. Kong sempat berkata, waktu diceritai kisah Si Kancil, ia sempat bingung sebenarnya yang jadi tokoh pahlawan itu Si Kancil atau Pak Tani? Si Kancil yang mencuri tampak menyenangkan, Pak Tani yang melindungi hasil jerih-payahnya malah tampak galak.

Atau jangan-jangan bangsa ini jadi banyak korupsinya gara-gara kekacauan folklor [yang mengelu-elukan pencuri]? Jadi bingung, sebenarnya bagaimana sih cerita Si Kancil harus dibaca?


Actions

Information

One response

6 08 2009
intan

check this too: Hikayat Pelanduk Jenaka, ca. 1650 AD

Leave a comment