lalu lintas Jakarta dan aplikasi visa

22 07 2007

Jumat (20/7) pagi ke TETO Jakarta, mengurus visa pelajar sehubungan dengan diterimanya aku di Mandarin Studies Program National Chengchi University Taipei, alias Zhengda. Sehari sebelumnya sebenarnya sudah ke sana. Tapi, berhubung lalu lintas selepas three-in-one padat tak terkira, belum lagi uang cash di tangan mungkin akan tak cukup membayar biaya visa, jadilah baru sampai di TETO pukul 11.20, sepuluh menit sebelum sesi aplikasi visa tutup! Aku cuma sempat mengambil formulir aplikasinya. Belajar dari situ, aku memutuskan untuk naik TransJak sajalah. Padahal hari Kamis aku berpikir untuk menyetir karena khawatir dengan keamanan paspor dan kawan-kawan. Huah, ternyata sudah lama juga nggak naik kendaraan umum di Jakarta. Baru rute Jatibaru-SCBD-Jatibaru yang dekat begitu sudah kepanasan dan kelelahan. Dasar!

Di TETO, dengan agak moronik (berhubung selama ini cuma pernah datang sekali untuk mengurus visa, itupun diurusi) akupun mengantre di depan loket. Sampai di loket, aku bertanya karena (mungkin lebih tepatnya “memberi tahu”) nggak ngerti bagaimana harus mengisi poin “nama Tionghoa (bila ada)” dan “nama instansi/kantor/sekolah”. Padahal aku juga menyerahkan fotokopi surat pemberitahuan diterima dari Zhengda, dan di situ jelas-jelas ada nama Cinaku. Masalahnya, urusan visa adalah urusan hukum, jadi aku khawatir membuat kesalahan. Aku nggak mengerti akan seberapa berkekuatan hukum nama Cinaku nantinya. Lalu, aku juga nggak mengerti apakah aku harus menulis Zhengda atau UI di poin nama sekolah. Duh. Belum lagi petugas visa nggak menemukan namaku di rilis mahasiswa baru Zhengda. Nah lho. Ditambah lagi ternyata TETO mensyaratkan penyertaan ijazah terakhir dalam berkas aplikasi, sedangkan aku hari itu cuma membawa paspor, pas foto, surat dari Zhengda, dan uang untuk membayar biaya visa. Duh duh duh. Untung petugasnya baik, aku boleh menyusulkan ijazahku melalui faksimili siangnya. Jadi, diproseslah visa kunjungan pelajar single entry atas namaku.

Jadi, kali lain, untuk mengurus visa di TETO, pastikan membawa:

    paspor
    (jelas! memangnya visa mau ditaruh di jidat?!)

    formulir aplikasi visa yang telah diisi
    (bisa diminta gratis dan diisi di tempat)

    2 lembar pas foto ukuran 4×6

    dokumen-dokumen yang diperlukan
    (untuk visa pelajar program bahasa, ijazah terakhir dan surat pemberitahuan diterima di sekolah Taiwan)

    uang secukupnya untuk biaya pengurusan visa
    (tergantung jenis visa, kemarin sih IDR 342000)

Kupikir-pikir, sepertinya jalanan Kamis macet karena orang-orang menunggu jam three-in-one lewat untuk keluar.


Actions

Information

Leave a comment